Bertempat di Ruang Palapa Balaikota Malang, BAZNAS Kota Malang mendapat kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Kendal. Sebanyak 14 orang berasal dari unsur pimpinan BAZNAS 5 orang dan 1 Orang Manajer, 7 Orang unsur pemerintahan dan 1 Orang dari Kemenag.

Dalam sambutannya Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Kendal Drs. Agus Sumaryono mengatakan ingin mencontoh Kota Malang diman partisipasi ASN dalam membayar Zakat, Infaq dan Shadaqahnya (ZIS) sangat tinggi, di Kendal baru 799 Pegawai dari sekitar 8000 an ASN atau sekitar 9,05%. disamping itu ingin belajar pengelolaan dan penggunaan dana Hibah.  “Kami ingin mengetahui banyak hal yang sudah dilakukan oleh Baznas Kota Malang, terutama dalam hal pengelolaan Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) dan penggunaan Dana Hibah dari pemkot”. Tegasnya.

Sementara dalam sambutannya Asisten I Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Drs. Abdul Malik, M.Pd. suatu kehormatan bagi kami dikunjungi dari BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten kendal. “Selamat datang di Kota Pendidikan kita disini saling bertukar ilmu. Semoga BAZNAS Kota Malang bisa memberikan sesuatu yang nantinya dapat diterapkan di BAZNAS Kabupaten kendal, sebaliknya BAZNAS Kota Malang bisa menerima sesuatu dari kehadiran BAZNAS Kabupaten kendal. Sehingga saling melengkapi”. Tegasnya

“Semoga kita bisa ketemu lagi dilain kesempatan karena kota Malang disamping Kota Pendidikan juga sebagai Kota Pariwisata, banyak kampung tematik salah satunya adalah yang sudah terkenal Kampung Warna-Warni”. Pangkas nya diakhir sambutan.

Dalam kesempatan lain sambutan dari Kepala Bagian Kesra Drs. Alie Mulyanto, MM menerangkan bahwa Pemerintah Kota Malang melalui Kesra sangat mendukung keberadaan BAZNAS yakni dengan memberi dana Hibah dan sarana pendukung lainnya. Tidak hanya itu melalui kebijakan Bapak Walikota Malang seluruh ASN yang muslim di Wajibkan berinfaq di BAZNAS Kota Malang dan membuat surat pernyataan/Kesanggupan untuk di potong. Bulan lalu Pemkot Malang memfasilitasi bersama Forum Zakat (FOZ) dan BAZNAS duduk bersama guna menyelesaikan kemiskinan di Kota Malang juga akan membentuk Kampung Zakat.

“Seluruh ASN di Kota Malang Wajib memberikan Infaqnya ke BAZNAS Kota dari tunjangan penghasilan. Jadi yang di potong oleh BAZNAS tunjangannya bukan gaji. dan sistem nya Payroll langsung dari bendahara BPKAD” Ungkapnya.

Sementara itu ketua BAZNAS Kota Malang H. Sapardi, S.Ag. mengungkapkan bahwa BAZNAS Kota Malang masih berbenah dan menata program serta melengkapi personil sesuai dengan petunjuk yang ada. “Terus terang kami baru dilantik awal oktober kemarin, sehingga saat ini masih berbenah fokus menata program dan personil”. Tegasnya.

 



Beri Komentar Dengan Akun FB Anda:
Categories: Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *