“Kada alfaqru an yakuna kufran,” begitulah sabda Baginda Rasulullah SAW. Pesan tersebut mengajarkan kepada kita bahwa betapa bahayanya kondisi hidup berupa kemiskinan jika dibiarkan tanpa diantisipasi dan diperangi. Karena bisa jadi kemiskinan menjerumuskan orang utuk berubuat negatif, maksiat, dan yang paling ekstrim bahkan merubah seorang mukmin menjadi kafir.

Melihat realitas dan persoalan sosial lainnya di masyarakat, Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kota Malang berupaya merespon itu dengan mengadakan  kegiatan Pembinaan Manajemen Unit Pengumpul Zakat (UPZ), (21/11). Bertempat di Hall Mahameru, tak kurang hadir 190 orang perwakilan dari Masjid dan Kelurahan di Kota Malang.

Dalam Sambutannya Ketua BAZNAS Kota Malang H. Sapardi, S.Ag. menuturkan bahwa Kegitan ini dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan dan ilmu tentang UPZ  dalam pengelolaan Zakat Infak dan Shodaqoh (ZIS) sehingga diharapkan pengelolaan ZIS di Kota Malang dapat lebih optimal Dimana tujuan akhir dari pengelolaan dana ZIS tidak lain adalah menyejahterakan umat, merubah mustahik menjadi muzakki, dan tentunya juga meminimalisir persoalan-persoalan sosial lainnya khususnya di Kota Malang.

Sebagai narasumber dalam kegiatan pembinaan tersebut adalah Ketua MUI Kota Malang KH. M. Baidowi Muslich dengan tema Fiqih Zakat Perspektif Klasik dan Kontemporer, Ketau BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. Abdul Salam Nawawi, M.Ag dengan tema Optimalisasi Pengumpulan Zakat Melalui Zakat dan Bidang IT dan Kepala Bagian Administrasi Umum & SDM BAZNAS Jatim Abdul Hamid Hasan, ST., M.Sd.BL., Tb.S. dengan materi SiMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS).



Beri Komentar Dengan Akun FB Anda:
Categories: Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *