Pemerintah Kota Malang berkomitmen memberantas bank titil atau rentenir yang notabenenya mencekik para peminjamnya dengan bunga tinggi. Lewat gerakan OJIR (Ojo Percoyo Janji Rentenir) yang berjalan sejak 6 Desember 2019. Ditahun 2021 telah disalurkan pinjaman sebesar Rp. 339.500.000 kepada 95 nasabah.
Program OJIR akan membendung praktik-praktik rentenir atau bank titil di Kota Malang. Gerakan ini juga akan mendorong pertumbuhan UMKM di Kota Malang, yang pada akhirnya turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembiayaan program OJIR tersebut bersumber dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tugu Artha Sejahtera yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta menggandeng BAZNAS Kota Malang.
Peran BAZNAS dalam program tersebut adalah menanggung biaya administrasi atas pembiayaan yang dikeluarkan oleh BPR Tugu Artha Sejahtera kepada masyarakat sasaran program OJIR. Sehingga masyarakat miskin khususnya pelaku UMKM dapat mengakses permodalan dengan mudah, murah, tanpa bunga, tanpa jaminan serta tanpa adanya biaya administrasi.
Progra tersebut tidak berhenti ketika pelaku UMKM mendapatkan modal saja, melainkan ada pendampingan bagi mereka guna mengetahui proses berjalannya usaha sehingga dapat diketahui stimulus apalagi yang perlu mereka dapatkan guna meningkatkan usahanya.
Tak ada satupun insan yang menginginkan untuk sakit, apalagi ketika sudah tergolong lanjut usia dan tanpa ada keluarga yang merawat. Ketika tim BAZNAS melakukan survey lapangan, kondisi beliau sangatlah memprihatinkan.
Bapak Didik Diatmono hidup sebatangkara. Beliau merupakan salah satu warga Ciptomulyo Kota Malang. Beliau hanya terbaring di tempat tidurnya setiap hari. Upaya pencarian keluarganya yang masih hidup tidak membuahkan hasil apa-apa. Hal tersebut telah dilakukan oleh Bapak Kholis yang setia merawat beliau walau bukanlah saudara. Kondisi tubuh Bapak Didik perlu ditopang dengan obat yang harus ditebus secara rutin. Hal tersebut sungguh berat, karena tak ada sedikitpun pemasukan yang ia punya dengan kondisi sakit yang diderita dan usia yang sudah tergolong tua.
BAZNAS Kota Malang membantu dengan menggulirkan dua kali bantuan untuk kebutuhan beliau berobat dan hidup sehari-hari. Dengan begitu Bapak Didik dapat menebus obat dan cek kesehatan secara rutin.
Semenjak covid-19 mewabah, semua sektor terkena dampaknya. lebih-lebih hal tersebut sangat dirasakan oleh rakyat kecil. Pendapatan yang tak seberapa makin tak mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup. Apalagi untuk membayar biaya pendidikan yang merupakan sebuah kebutuhan guna menuntut ilmu.
Ibu Titi Sulandjari yang merupakan salah satu warga di kecamatan Sukun mengalami musibah yang luar biasa. Dimasa pandemi ia kehilangan putra yang ada dalam kandungannya. Banyak biaya yang telah ia keluarkan hingga hanya mampu untuk mengontrak rumah. Sang suami hanya bekerja sebagai tukang cuci motor, itupun bukan usahanya sendiri melainkan bekerja di salah satu tempat yang dimiliki temannya. Penghasilannya hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan dihari itu saja. Hal tersebut berdampak pada kelangsungan pendidikan putranya yang masih dibangku SD. Karena tidak mampu membayar sekolah, putranya terpaksa tidak bisa belajar layaknya siswa lain.
BAZNAS Kota Malang memberikan bantuan berupa biaya pendidikan, sehingga putra beliau dapat melanjutkan sekolahnya. Betapa bahagia yang ia rasakan karena dapat bergabung kembali bersama teman sebayanya. Pendidikan merupakan salah satu upaya kita untuk menanggulangi kebodohan dan kemiskinan yang terjadi di Negara kita yaitu Indonesia. Yang mana kita ketahui bersama, bawasannya dengan seseorang mengenyam bangku sekolah maka, orang tersebut telah mengetahui berbagai hal yang ada di dunia ini.
Jumat 1 April 2022 Kota Malang menapaki usia ke-108 tahun. Sebagai puncak peringatan hari ulang tahun diselenggarakan upacara di halaman Balai Kota Malang. Sebagai bentuk rasa syukur atas HUT Kota Malang yang ke-108 BAZNAS Kota Malang bersama Pemerintah Kota Malang menggelar santunan anak yatim pada acara tasyakuran. Santunan tersebut diberikan kepada 114 penerima dari lima kecamatan berupa uang tunai dan tas sekolah.
(15/03/2022) BAZNAS Kota Malang memberikan penghargaan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kelurahan Kidul Dalem dan Penanggungan yang telah aktif dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat infaq shodaqoh tahun 2021. Penghargaan diberikan saat kegiatan apel pagi di kantor Kecamatan Klojen.
Kolaborasi yang baik antara BAZNAS dan jajaran pemangku kebijakan sangat dibutuhkan dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dibentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) ditingkat kelurahan. Harapannya dana zakat infaq shodaqoh di lingkup masyarakat dalam satu kelurahan dapat dikelola dengan baik dan didistribusikan untuk warga kelurahan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya Drs. Heri Sunarko, M.Si selaku Camat Klojen menghimbau agar 9 kelurahan yang masih dalam proses pembetukan UPZ untuk dipercepat sehingga sebelum ramadhan sudah terbentuk.
Bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur yang terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 lalu mengakibatkan korban jiwa dan harta benda usai diterjang awan panas dan lahar dingin. Peristiwa yang memilukan ini pun membuat BAZNAS Kota Malang terpanggil dan tergerak hatinya untuk memberikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak. Aksi sosial ini dalam rangka untuk meringankan beban saudara sebangsa yang tengah tertimpa musibah.
Bantuan dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama sebesar Rp. 31.500.000 berupa barang telah dilakukan pada Senin, 06 Desember 2021 yang disalurkan kepada korban erupsi Gunung Sumeru langsung oleh bapak Walikota Malang. Bantuan tersebut Sebagian diserahkan langsung kepada penduduk yang mengungsi di sana dan selebihnya diserahkan kepada BPBD Kabupaten Lumajang.
Sedangkan bantuan tahap kedua sebesar Rp. 160.800.000 disamping berupa uang tunai juga terdiri selimut, sarung, kopiah, sajadah, mukenah, celana dalam, pampers, sabun mandi, kopi, snack, susu, minyak goreng kepala keluarga terdampak erupsi. Bantuan tahap kedua diterima langsung oleh Bupati Lumajang di pendopo Arya Wiraraja.